COVID019
Untuk informasi detail perkembangan dan kebijakan-kebijakan terkait dengan Covid-19 dapat diakses disini.
Anjuran Perjalanan pada Masa Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
Peningkatan Tindakan Pencegahan Terhadap Covid-19 di Bandara-Bandara Angkasa Pura II. Klik disini.
X

  • Berita & Event
  • Setelah 35 Tahun, Terminal 1C dan 2F Bandara Soetta Direvitalisasi

Berita & Event

Berita terbaru mengenai PT Angkasa Pura II (Persero)

Setelah 35 Tahun, Terminal 1C dan 2F Bandara Soetta Direvitalisasi

18 Jun 2020

okezone.com JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan revitalisasi Terminal 1C dan Terminal 2F. Revitalisasi ini dilakukan pertama kali sejak Bandara Soekarno-Hatta beroperasi perdana pada 1985.

Dengan revitalisasi ini, Terminal IC dan 2F ditutup sementara. Adapun bagian dari revitalisasi keseluruhan gedung Terminal 1 dan Terminal 2.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, penutupan Terminal 1 dan 2F dilakukan dalam rangka percepatan program revitalisasi gedung terminal yang saat ini masih berlangsung di Terminal 1C dan Terminal 2F.

Setelah revitalisasi, kapasitas Terminal 1 dan Terminal 2 meningkat dari saat ini masing-masing hanya 9 juta pergerakan penumpang per tahun menjadi masing-masing 18 juta pergerakan penumpang per tahun.

“PT Angkasa Pura II melakukan evaluasi penggunaan belanja modal [Capex Disbursement] pada tahun ini. Capex antara lain hanya digunakan untuk proyek multiyears dan dinilai sangat penting. Revitalisasi Terminal 1C dan 2F ini termasuk ke dalam proyek prioritas, begitu juga dengan perumusan perencanaan atau desain Terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Awaluddin, dalam keterangannya, Kamis (18/6/2020).

Selain terminal 1C dan 2F yang ditutup, terminal 1A, 1B juga ditutup sementara. Sedangkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta di tengah pandemi COVID-19 melayani seluruh penerbangan di Terminal 2D dan 2E serta Terminal 3.

Awaluddin mengatakan keputusan ini didasari beberapa pertimbangan. Seperti penyesuaian pola operasional di tengah pandemi guna membuat Soekarno-Hatta beraktivitas secara efektif. Terdapat 4 kategori pola operasional yang ditetapkan PT Angkasa Pura II yaitu Normal Operation, Slow Down Operation dan Minimum Operation Level I dan Minumum Operation Level II.

Adapun di Soekarno-Hatta telah ditetapkan pola operasional Minimum Operation Level I, menyesuaikan dengan lalu lintas penerbangan yang ada.

“Saat ini keseluruhan kapasitas terminal di Soekarno-Hatta (Terminal 1, 2 dan 3) dapat menampung hingga sekitar 45 juta penumpang per tahun. Kemudian, kami melakukan penyesuaian pola operasional agar Soekarno-Hatta dapat beroperasi secara efektif. Penyesuaian pola operasional dilakukan dengan menutup Terminal 1 dan Terminal 2F. Sementara itu Terminal 2D dan 2E serta Terminal 3 kami nilai yang paling mampu mengakomodir flow penumpang dengan dinamisnya prosedur keberangkatan dan kedatangan di tengah pandemi,” ujar Awaluddin.

Awaluddin menuturkan penutupan Terminal 1 dan 2F bersifat sementara (temporer) dan sewaktu-waktu dapat dibuka kembali sesuai dengan perkembangan kondisi terkait pandemi Covid-19.

“Seluruh bandara PT Angkasa Pura II termasuk Soekarno-Hatta menerapkan konsep Agile Operation, Resilience Operation dan Lean Operation, sehingga dapat beroperasi mengikuti dinamisnya prosedur yang ditetapkan oleh regulator serta perkembangan dan dinamika operasi kebandarudaraan yang ada,” jelas Awaluddin.

(fbn)