Berita


Merdeka.com - Otoritas Bandara Depati Amir dan Airnav Pangkal Pinang terus berbenah diri untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penerbangan. Salah satu aksi yang dilakukan adalah pengoptimalan jalur landasan pesawat bandara tersebut.

Bandara Depati Amir diketahui memiliki panjang landasan sekitar 2.600 meter. Namun, dari 2.600 meter tersebut hanya sekitar 2.250 saja yang terpakai. Persoalannya, karena 350 meter landasan tersebut tidak cukup ideal untuk pendaratan pesawat.

Hal itu dikarenakan, bahu landasan dari 350 meter tersebut terlalu dekat dengan pagar permukiman warga. Seharusnya, angka ideal jalur landasan pesawat berkisar 150 meter baik di sisi kanan atau kiri.

"Landasan sekitar 2250 meter tapi ke 2.600 meter sudah ada landasan tapi sisi kanan kiri belum memenuhi standar yakni 150 meter dan sekarang baru beberapa puluh meter karena ada pagar penduduk," kata Pelaksana Tugas General Manager Airnav Indonesia Pangkal Pinang, Wawan Winarto di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Jumat (30/9).

Wawan menjelaskan solusi dari persoalan ini adalah pembebasan lahan agar jarak bahu landasan bisa ideal. Pembebasan lahan, katanya, menjadi domain Angkasa Pura II dari Pemkab Bangka Tengah melalui Dishub.

"Permukiman enggak kebun warga, puluh meter ada permukiman, itu tugas dari Dishub," jelas Wawan.

Sebagai informasi, Bandara Depati Amir ini melayani 80 pergerakan pesawat yang terdiri dari 40 pergerakan pesawat terjadwal dan 40 pergerakan pesawat carter dan latih (non-jadwal). Selain itu, ada tujuh maskapai yang menggunakan bandara Depati Amir ini, di antaranya Sriwijaya Air, NAM Air, Lion Air, Wings Air, Garuda Indonesia, Citilink dan Susi Air.