Siaran Pers


Jakarta – Periode Angkutan Lebaran 1440 H akan dimulai dalam waktu dekat dan menyusul hal itu seluruh stakeholder perhubungan udara berkomitmen tetap menjaga standar keselamatan, keamanan dan pelayanan.

PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator 16 bandara akan memantau Angkutan Lebaran pada 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019, di mana terbagi dalam arus mudik (29 Mei-4 Juni) dan arus balik (7-13 Juni).

Adapun arus puncak mudik diprediksi pada 4 Juni 2019, sementara itu arus puncak balik pada 9 Juni 2019.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Angkutan Lebaran merupakan salah satu periode tersibuk bagi seluruh moda transportasi termasuk di sektor perhubungan udara.

Jumlah penumpang di 16 bandara yang dikelola AP II pada periode Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 5,67 juta penumpang atau naik sekitar 3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 5,48 juta penumpang.

Menjelang dimulainya Angkutan Lebaran tersebut pada hari Minggu 26 Mei 2019, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Ditjen Perhubungan Udara melakukan ramp check (inspeksi kelaikan pesawat) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Usai dilakukan ramp check secara acak (random), Menhub mengatakan seluruh pesawat yang diperiksa dinyatakan laik terbang.

“Alhamdulillah semua pesawat laik untuk terbang. Namun demikian saya mengimbau kepada maskapai dan kepada operator bandara untuk melakukan segala SOP yang ditetapkan oleh Otoritas Bandara dengan baik," ujar Menhub.

Adapun Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti juga meninjau Airport Operation Control Center (AOCC) sebagai pos komando terintegrasi yang memantau operasional Soekarno-Hatta.

AOCC merupakan kolaborasi antara PT Angkasa Pura II selaku airport operator, lalu airline operator, air navigation, dan authorities seperti Karantina, Bea Cukai, Imigrasi, Kepolisian dan sebagainya.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan AOCC memiliki peran vital termasuk dalam peak season Angkutan Lebaran ini.

“AOCC mempermudah koordinasi di antara stakeholder bandara sehingga keputusan yang berkaitan dengan operasional di lapangan dapat diambil dengan cepat sehingga on time performance pesawat dapat dijaga guna mempertahankan standar pelayanan,” ujar Muhammad Awaluddin.

Di samping AOCC, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini juga memiliki Terminal Operation Center khusus untuk angkutan kargo yang diresmikan oleh Menhub pada hari ini.

Terminal Operation Center – Cargo tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran arus kargo sehingga target pengelolaan 1 juta ton kargo di Soekarno-Hatta pada tahun ini dapat tercapai.

President Director Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, “Pengoperasian TOC di Area Cargo ini merupakan wujud komitmen manajemen Angkasa Pura II untuk terus berinovasi dalam mengembangkan digital airport serta memberikan pelayanan prima bagi para pengguna jasa”.

Kehadiran TOC di Area Cargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta digunakan untuk memonitor 3 hal vital untuk membantu manajemen dalam pengoperasian dan pengelolaan sistem di terminal yaitu quick response, early warning system detection, serta operating effectiveness yang didukung kurang lebih 2200 CCTV di seluruh area Bandara Internasional Soekarno-Hatta.