Filosofi CSR

Angkasa Pura II menyadari keberlangsungan bisnis Perusahaan tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap pencapaian kinerja Perusahaan menuntut Angkasa Pura II untuk memberikan imbal balik manfaat kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sosial kemasyarakatan.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara, implementasi tanggung jawab sosial perusahaan diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Pelaksanaan PKBL Angkasa Pura II dimulai sejak tahun 1991 yang dahulu unit yang melaksanakan bernama PUKK (Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi) dan sejak tahun 2007 sesuai Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-05/MBU/2007 berubah menjadi unit PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) dan saat ini PKBL diatur dalam peraturan terbaru yaitu Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor : PER-09/MBU/07/2015 Tanggal 03 Juli 2015 tentang Program Kemitraan BUMN Dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Bentuk program PKBL Angkasa Pura II diarahkan untuk dapat mengatasi, mengurangi permasalahan sosial, menggali resources, membina dan mengupayakan perubahan perilaku serta mengupayakan pencapaian kesejahteraan masyarakat pada akhirnnya tercipta adanya keharmonisan yang berkelanjutan diantara Angkasa Pura II dan masyarakat. Secara koheren dan berkesinambungan, program PKBL Angkasa Pura II yang tidak hanya memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, tetapi juga melibatkan masyarakat dan para pemangku kepentingan lain yang terkait. Pelaksanaan program PKBL Angkasa Pura II mengacu pada:

1.   Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: PER- 05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

2.   Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: KEP.100/ MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.

3.   Standar Operasional Prosedur (SOP) PKBL PT Angkasa Pura II (Persero) Nomor : KEP.01.02.08/12/2008 tanggal 22 Desember 2008.

4.   Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor: SE-02/ MBU/ Wk/2012 Tanggal 23 Februari 2012 Tentang Penetapan Pedoman Akuntansi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

5.   Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: PER-20/ MBU/2012 Tanggal 27 Desember 2012 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER- 05/ MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

6. Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: PER-08/ MBU/2013 Tanggal 10 September 2013 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Negara BUMN NomorPER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan BUMN Dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

7.   Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: PER-09/ MBU/07/2015 Tanggal 03 Juli 2015 tentang Program Kemitraan BUMN Dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Program Kemitraan Angkasa Pura II berpartisipasi dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan ekonomi komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya melalui pelaksanaan Program Kemitraan (PK). Adapun sasaran utama dari pelaksanaan Program Kemitraan adalah para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang bergerak di sektor industri, jasa, perdagangan, peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan dan lainnya. Program Kemitraan Angkasa Pura II adalah program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemberian pinjaman kemitraan untuk modal kerja dan investasi yang nantinya akan menjadi mitra binaan. Selain itu, melalui Program Kemitraan, Angkasa Pura II memberikan bantuan pembinaan berupa kegiatan pelatihan yang diharapkan akan meningkatkan kemampuan mitra binaan dalam berbagai aspek serta Angkasa Pura II juga memfasilitasi pemasaran bagi produk yang dihasilkan oleh mitra binaan dengan mempromosikan dan mengikutsertakan mitra binaan dalam pameran baik berskala nasional maupun internasional. Hal ini, bertujuan untuk menghasilkan mitra binaan yang unggul dan sukses sehingga mampu menghasilkan produk atau jasa yang bermanfaat bagi masyarakat luas sekaligus menciptakan masyarakat yang tangguh dan mandiri.

Program Bina Lingkungan Program Bina Lingkungan Angkasa Pura II adalah program pemberdayaan kondisi sosial berupa bantuan yang ditunjukan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi Perusahaan. Cakupan kegiatan Program Bina Lingkungan Angkasa Pura II berdasarkan PER-09/MBU/07/2015 meliputi pemberian bantuan untuk:

1.   Bencana Alam

2.   Pendidikan/Pelatihan

3.   Peningkatan Kesehatan

4.   Pengembangan Sarana dan Prasarana Umum

5.   Pengembangan Sarana Ibadah

6.   Pelestarian Alam

7.   Pengentasan Kemiskinan

8.   Pendidikan/Pelatihan dan Promosi untuk Mitra Binaan Disamping program-program tersebut terdapat program bantuan yang pelaksanaannya didasarkan pada instruksi Kementerian BUMN yang dinamakan BUMN Peduli. Bantuan tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi peningkatan kehidupan masyarakat serta kemajuan dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, keagamaan, prasarana umum dan bantuan bencana alam.

Angkasa Pura II secara proaktif membina budaya tanggung jawab lingkungan tidak saja terhadap pegawai tetapi juga meliputi masyarakat pada umumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan Perusahaan maupun kegiatan manusia pada umumnya, selain untuk mendukung program-program nasional yang terkait dengan lingkungan hidup.

A. Kebijakan

Komitmen Angkasa Pura II untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dituangkan dalam Peraturan Perusahaan Nomor 38 tentang Master Plan Eco Airport Angkasa Pura II yang akan dilaksanakan di seluruh bandar udara melalui berbagai program, baik di lingkungan internal maupun di lingkungan masyarakat. Dampak lingkungan yang timbul akibat operasional Perusahaan harus ditekan serendah mungkin demi tercapainya kelestarian lingkungan hidup.

Dalam mengelola dan mengembangkan bandar udara, komitmen Angkasa Pura II sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan dan peraturan tentang lingkungan hidup;
  2. Mengidentifikasi dan mengelola dampak penting lingkungan di bandar udara;
  3. Mengelola Lingkungan secara berkelanjutan;
  4. Melakukan pengukuran, pemantauan, pelaporan dan peningkatan kualitas
  5. Mengkomunikasikan komitmen terhadap pelestarian lingkungan kepada pegawai dan seluruh pemangku kepentingan.

B. Jenis Program

Kami berupaya untuk melakukan berbagai program terkait pelestarian lingkungan hidup dengan menjaga kualitas komponen lingkungan hidup sebagai berikut:

  1. Kualitas Udara
  2. Energi
  3. Kebisingan & Getaran
  4. Air
  5. Tanah
  6. Limbah
  7. Lingkungan Alamiah
  8. Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Kesehatan Masyarakat

Selain itu, komitmen Angkasa Pura II terkait program penghijauan dilakukan dengan penanaman pohon yang tersebar di beberapa lokasi

C. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Pada tahun 2012, Angkasa Pura II mengeluarkan biaya total sebesar Rp820.904.330,- untuk seluruh program tanggung jawab sosial terkait lingkungan hidup.

D. Sertifikasi di Bidang Lingkungan

Bandar udara yang berada di lingkungan Angkasa Pura II dilengkapi dengan Dokumen Lingkungan Hidup (Amdal) sebagai pedoman dalam mengelola lingkungan hidup terkait dengan pengembangan dan operasional bandar udara. Pemantauan hasil pengelolaan lingkungan di setiap bandar udara dilaporkan dalam bentuk laporan RKL/RPL kepada badan lingkungan hidup setempat, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Perhubungan.

A. Ketenagakerjaan

1. Kebijakan

Strategi pengelolaan SDM kami menekankan pada :

  1. Customer Centric Organization

    Membentuk organisasi yang berkinerja tinggi dan responsif dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan

  2. High Performing Culture

    Mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi yang efisien dan dinamis dalam mewujudkan visi dan misi Angkasa Pura II

  3. Accountable and Reliable People

    Mengembangkan personil yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan kebandarudaraan yang berkualitas tinggi.

  4. Nourishing Policy (Meritocracy Policy)

    Menerapkan kebijakan pengelolaan SDM berdasarkan kinerja karyawan

  5. Global Standard

    Menerapkan standar kerja perusahaan dan pelayanan bandara kelas dunia untuk mencapai kinerja perusahaan/ bandara yang superior

  6. Excellent System

    Menerapkan Sistem manajemen SDM yang efektif dan efisien dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja SDM

Kami juga berupaya menekankan penerapan nilai-nilai Angkasa Pura II melalui implementasi Pedoman Perilaku Etika yang menjadi panduan pola perilaku bagi selurun Insan Angkasa Pura II.

Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan seluruh kebijakan ketenagakerjaan di Angkasa Pura II untuk memastikan kepatuhan terhadap Perundang-undangan yang berlaku dan meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam hubungan kerja.

a. Pengelolaan Hubungan Pegawai dengan Manajemen

Hubungan antara pegawai dengan manajemen telah terbina dengan baik dengan adanya jaminan kebebasan berserikat. Angkasa Pura II memiliki Serikat Pekerja Angkasa Pura II (Sekarpura II) atau disingkat SEKARPURA yang beranggotakan sekitar 82% pegawai. SEKARPURA merupakan organisasi yang berhak mewakili pegawai dalam berhubungan dengan manajemen dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan manajemen. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.03.15/01/2012 dan 001/PKS.DPP-SP II/I/2012.

b. Rekrutmen SDM

Rekrutmen SDM Angkasa Pura II dilakukan melalui rekrutmen internal dan eksternal. Rekrutmen internal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki. Rekrutmen eksternal difokuskan pada perekrutan pegawai berpendidikan yang lebih tinggi dan pegawai dengan kompetensi yang belum dimiliki Angkasa Pura II.

c. Pengembangan Kompetensi

Penguatan kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan kompetensi dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap strategi bisnis dan operasional. Pelatihan untuk perubahan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan kompetensi pegawai agar mampu menyikapi perubahan. Sementara itu, pelatihan untuk pengembangan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan pegawai dengan kompetensi tertentu guna mendukung portofolio bisnis Angkasa Pura II.

Selain itu, Angkasa Pura II juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan dan pelatihan kompetensi bagi pegawainya yang saat ini dikelola melalui Unit Pendidikan dan Pelatihan.

d. Remunerasi Pegawai

Angkasa Pura II berupaya memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi karyawan yang terdiri dari gaji dasar, insentif prestasi, berbagai tunjangan dan fasilitas

e. Pelayanan Kesehatan

Angkasa Pura II menyediakan layanan kesehatan yang dikelola secara swakelola oleh unit yang membidangi yaitu Pelayanan Administrasi dan Umum bagi karyawan beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya yang diharapkan berdampak pada perbaikan produktivitas Angkasa Pura II.

f. Program Pensiun

g. Penghargaan Pegawai

Secara rutin, Angkasa Pura II memberikan apresiasi kepada pegawai dan unit yang berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan. Pemberian penghargaan ini untuk memotivasi pegawai agar memberikan kontribusi yang lebih baik di periode mendatang.

h. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai

Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari perusahaan dengan berbagai sebab antara lain Pensiun Normal, Pensiun Sakit, Pensiun Meninggal Dunia, dan Pensiun Mengundurkan Diri/Atas Permintaan Sendiri.

i. Kesetaraan gender dan kesempatan kerja

Angkasa Pura II tidak memiliki kebijakan internal terkait ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh peraturan yang berlaku diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh pegawai tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan kesempatan kerja yang ditawarkan berlaku bagi seluruh pegawai.

2. Jenis Program

Selama tahun 2012, Angkasa Pura II telah melaksanakan kegiatan di bidang ketenagakerjaan, antara lain:

  1. Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) telah disepakati dan disetujui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.33/PHIJSK-PKKAD/PKB/II/2012 tanggal 29 Februari 2012.
  2. Jumlah pegawai baru yang direkrut selama tahun 2012 adalah 472 orang.
  3. Pengembangan kompetensi pegawai. Selama tahun 2012, sebanyak 4.210 pegawai (manprogram) telah mengikuti pengembangan kompetensi baik di dalam maupun di luar negeri:
  4. Remunerasi yang diberikan kepada pegawai telah disesuaikan dengan indeks inflasi dan prestasi pegawai.
  5. Berbagai penghargaan telah dianugerahkan kepada pegawai berprestasi baik dari internal maupun dari pihak eksternal serta penghargaan yang diserahkan untuk unit-unit berprestasi, dengan rincian sebagai berikut:
    • Pegawai Terbaik
    • Penghargaan Jasa
      1. Berhasil mencegah atau menyelamatkan terjadinya musibah yang dapat menimbulkan kerugian sarana dan prasarana perusahaan
      2. Menunjukan suatu tindakan yang positif sehingga dapat menghindarkan kecelakaan/bahaya yang lebih besar yang mengakibatkan seseorang menjadi cacat, tewas atau hilang
      3. Melaksanakan tugas yang mengakibatkan dirinya cacat, tewas atau hilang
      4. Mempunyai jasa lain yang cukup menonjolkan yang secara umum dinilai layak diberikan penghargaan
  6. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai selama tahun 2012 adalah sebanyak 339 orang.
  7. Selama tahun 2012, jumlah karyawan beserta keluarga inti yang menjadi peserta layanan kesehatan Angkasa Pura II mencapai 10.961 orang.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Berikut adalah dampak keuangan dari beberapa program ketenagakerjaan yang dimiliki Angkasa Pura II:

  1. Biaya yang dikeluarkan untuk program rekrutmen adalah sebesar Rp1.767.924.000,00
  2. Program pengembangan kompetensi: Pelatihan dan pendidikan selama tahun 2012, Angkasa Pura II mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.358.638,000,- dan terserap anggaran sebesar Rp27.714.985.354,- atau rata-rata sebesar Rp6.583.131,- per karyawan yang mengikuti program tersebut;
  3. Kontribusi Perusahaan untuk pelayanan kesehatan karyawan dan keluarga selama tahun 2012 adalah masing-masing sebesar Rp31,5 miliar untuk biaya pengobatan dan Rp13,5 miliar untuk biaya obatobatan.
  4. Biaya yang dikeluarkan untuk penyerahan penghargaan adalah sebesar Rp724.083.356,-.

B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)

1. Kebijakan

Sejak 10 Mei 2002 (SK Pedoman Pelaksanaan K3 Angkasa Pura II), pengelolaan K3 difokuskan untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident. Program ini diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat serta dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen Angkasa Pura II untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja diwujudkan dalam kebijakan Perusahaan yang diatur dalam Keputusan Direksi No.KEP.088/KP.204/APII-2002.

2. Jenis Program

Berbagai kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3 selama tahun 2012 antara lain adalah dengan melakukan pelatihan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Pelatihan yang dilakukan meliputi P2K3 dan SMK3.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan K3 pada tahun 2012 adalah sebesar Rp191.285.079,-

A. Kebijakan

Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil mitra binaan agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.

Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perusahaan dan bersifat hibah. Program ini ditujukan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II.

Tujuan pelaksanaan program adalah membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata untuk lingkungan masyarakat yang sejahtera. Pelaksanaan program mengacu pada Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : PER-05/MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

B. Jenis Program

1. Program Kemitraan

Sasaran dari pelaksanaan program ini adalah para pelaku UKM. Adapun sektor kegiatan usaha mereka meliputi industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan sektor lainnya. Program pelatihan, promosi/pameran dan pemberian pinjaman bergulir diberikan berdasarkan spesifikasi yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan perkembangan dan potensi setempat pada kedelapan sektor tersebut.

Pada tahun 2012, Angkasa Pura II telah menyelenggarakan pelatihan yang berlangsung di seluruh Indonesia yang diikuti calon mitra binaan maupun mitra binaan dan telah menyelenggarakan promosi/pameran dalam bentuk mengikut sertakan dalam acara-acara pameran yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu juga, telah disalurkan pinjaman bergulir untuk para pelaku UKM yang menjadi mitra binaan sebesar Rp67.742.500.000,00 dengan jumlah mitra binaan sebanyak 6.468 unit usaha.

Kami menindaklanjuti penyaluran pinjaman bergulir dengan melakukan pemantauan (monitoring) atas penggunaan, pengelolaan maupun tingkat pengembaliannya agar seluruh mitra binaan agar berusaha dengan sungguh-sungguh dan mengembalikan dana pinjaman tepat waktu. Beberapa contoh kegiatan pelatihan yang diselenggarakan tahun 2012 adalah:

  1. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Meningkatkan Kinerja Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Kantor Cabang Bandara Husein Sastranegara tanggal 28-29 Juni 2012 yang diikuti oleh 34 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara.
  2. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Bagaimana Menjadi Pengusaha Yang Sukses Dunia Akhirat “dikantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau tanggal 05 Juli 2012 yang diikuti oleh 52 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Internasional Minangkabau.
  3. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Menjadi Pengusaha Sukses Dunia & Akhirat” di Kantor Cabang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II tanggal 22 September 2012 yang diikuti oleh 58 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Mahmud Badaruddin II.
  4. Pelatihan ESQ Basic Training BUMN di Jakarta International EXPO Kemayoran tanggal 11 Oktober 2012 yang diikuti oleh 93 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta dan Kantor Cabang Halim Perdanakusuma.
  5. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Melalui Nilai-nilai Pribadi Luhur Agar Sukses Dunia Akhirat” di Hotel Serena Bandung tanggal 22-23 Oktober 2012 yang diikuti oleh 30 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara.
  6. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengusaha Kecil Sukses Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Hotel Novotel tanggal 23 Oktober 2012 diikuti oleh 65 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Depati Amir.
  7. Pelatihan Mitra Binaan Program Kemitraan Tahun 2012 di Hotel Aston Tanjungpinang tanggal 5 November 2012 yg diikuti oleh 34 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Raja Haji Fisabilillah.
  8. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Diklat Manajemen Usaha Mitra Binaan Angkasa Pura II” di Wisma Hijrah Aceh tanggal 07-08 November 2012 diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Iskandar Muda.
  9. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Manajemen Usaha Kecil” di Aula BKKBN Pontianak tanggal 27 Desember 2012 yang diikuti oleh 20 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Supadio.
  10. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pelatihan Mitra Binaan Tahun 2012 PT Angkasa Pura II” di Kampus LPP Perkebunan Medan tanggal 19-20 Desember 2012 yang diikuti oleh 25 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Polonia.
  11. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “Pengembangan Spirit Wirausaha” di Hotel Dyan Graha Pekanbaru tanggal 26-27 Desember 2012 yang diikuti oleh 50 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Sultan Syarif Kasim II.
  12. Pelatihan Mitra Binaan dengan tema “ Pelatihan Administrasi Dasar dan Motivasi Mitra Binaan” di Hotel Grand Pasifik Bandung tanggal 20-21 Desember 2012 yang diikuti oleh Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Satranegara.

Beberapa contoh kegiatan promosi/pameran yang diselenggarakan tahun 2012 adalah:

  1. Pameran INACRAFT yang diselenggarakan dari tanggal 25-29 April 2012 bertempat di JCC yang diikuti oleh 8 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Halim Perdanakusuma Jakarta, Kantor Cabang Husein Sastranegara Bandung, Kantor Cabang Polonia Medan, Kantor Cabang Supadio Pontianak, Kantor Cabang Sultan Thaha Jambi, Kantor Cabang Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, dan Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
  2. Pameran Indonesia Fashion & Craft yang diselenggarakan dari tanggal 08-12 Agustus 2012 bertempat di JCC yang diikuti oleh 10 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta, Kantor Cabang Halim Perdanakusuma, dan Kantor Cabang Husein Sastranegara.
  3. Pameran Bandung Air Show 2012 yang diselenggarakan dari tanggal 27-30 September 2012 bertempat di Bandara Husein Sastranegara yang diikuti oleh 4 Mitra.
  4. Pameran Index Dubai yang diselenggarakan dari tanggal 24-27 September 2012 bertempat di Dubai Uni Emirat Arab yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno- Hatta.
  5. Pameran Banten Expo yang diselenggarakan dari tanggal 25-30 September 2012 bertempat Serang yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
  6. Pameran Gebyar Potensi Unggulan dan Wisata Banten yang diselenggarakan dari tanggal 11-14 Oktober 2012 bertempat di Summarecon Mall Serpong yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Utama Soekarno-Hatta.
  7. Pameran Expo Pangan Kuliner Nusantara yang diselenggarakan dari tanggal 27 s.d 30 November 2012 bertempat di Hotel Tiara Convention Medan yang diikuti oleh 1 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Polonia.
  8. Pameran Intrade Malaysia yang diselenggarakan dari tanggal 27-29 November 2012 bertempat di Menara MATRADE Kuala Lumpur Malaysia yang diikuti oleh 2 Mitra Binaan dari Kantor Cabang Husein Sastranegara dan Kantor Cabang Halim Perdanakusuma.

2. Program Bina Lingkungan

Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Angkasa Pura II melalui pemanfaatan dana dari bagian laba Perusahaan dan bersifat hibah.

Cakupan kegiatan Program Bina Lingkungan meliputi pemberian bantuan untuk Bencana Alam, Pendidikan dan/atau Pelatihan, Peningkatan Kesehatan, Sarana dan Prasarana Umum, Sarana Ibadah serta Pelestarian Alam.

Disamping program-program tersebut terdapat program bantuan yang pelaksanaannya didasarkan pada intruksi Kementrian BUMN yang dinamakan BUMN Peduli. Bantuan Bina Lingkungan telah memberikan kontibusi besar bagi peningkatan kehidupan masyarakat serta kemajuan dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, keagamaan, prasarana umum, pelestarian alam dan bantuan bencana alam.

Berdasarkan Surat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: S-790/MBU/2009 Tanggal 19 Oktober 2009, Angkasa Pura II ditugaskan melaksanakan Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan. Dana Program BUMN Peduli Beasiswa Pendidikan disalurkan kepada 27 Perguruan Tinggi Negeri secara bertahap.

Pada tahun 2012 Dana Program Bina Lingkungan yang telah disalurkan sebesar Rp8.027.778.989,- untuk BUMN Peduli telah disalurkan sebesar Rp23.829.431.066,00 dan untuk BUMN Peduli Beasiswa telah sebesar Rp54.252.812.440,00

A. Kebijakan

Sebagai wujud tanggung jawab penerapan GCG kepada pelanggan dan masyarakat dan sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan yang terbaik, nyaman, produk berkualitas dan harga yang bersaing, kami terus menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari komunikasi yang lancar dan proaktif berperan penting bagi kelangsungan bisnis Angkasa Pura II di samping memastikan kualitas yang sesuai dengan standar.

B. Jenis Program

Secara umum terdapat 5 (lima) kelompok Pelanggan bandara terdiri dari 5 kelompok yaitu penumpang pesawat udara, air crew, station manager, operator kargo, dan konsesioner. Beberapa cara telah kami lakukan dan terus kami sempurnakan di tahun 2012, terkait dengan hubungan kepada konsumen sebagai berikut:

  1. Penyediaan fasilitas informasi bagi para penumpang di setiap terminal bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II;
  2. Pembuatan forum bersama Kargo yang dilaksanakan pada 31 Oktober–2 November 2012 di Bali. Forum ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dari segi proses bisnis di lapangan, kinerja keuangan dan produksi, struktur organisasi Unit Bisnis Kargo, implementasi SOP kargo, sarana dan prasarana, serta permasalahan yang ada pada Unit Bisnis Kargo di masing-masing Kantor cabang Angkasa Pura II;
  3. Pelaksanaan gathering bersama dengan perusahaan maskapai untuk mempererat hubungan Angkasa Pura II dengan perusahaan maskapai;
  4. Pelaksanaan coffee morning dengan para operator sebagai media pertukaran informasi dan penyampaian keluhan sebagai bahan evaluasi;
  5. Pembentukan Forum ATC dan Pilot untuk mempererat komunikasi petugas ATC dengan pilot.

C. Biaya yang dikeluarkan

Pada tahun 2012, Angkasa Pura II mengeluarkan biaya total sebesar Rp250.000.000,- untuk seluruh program terkait tanggung jawab sosial terhadap konsumen.