Berita

08 Mar 2017

Kualanamu (SIB)- Tiga calon penumpang maskapai Garuda Indonesia rute Medan (KNO) ke Denpasar Bali melalui Palembang ditangkap petugas Bandara KNIA karena kedapatan membawa 2 Kg lebih diduga sabu, Senin (6/3). Humas dan Protokoler Manager kantor PT Angkasa Pura II KNIA Wisnu Budi Setianto ketika dikonfirmasi menyatakan, ketiga tersangka yang merupakan warga Aceh masing-masing berinisial M (30), IU (46) dan MN (27). Dijelaskan Budi, pagi itu ketiga tersangka datang ke Bandara KNIA Deliserdang dan rencananya hendak berangkat  ke Palembang dengan maskapai Garuda Indonesia GA-266 pagi pukul 07.00 WIB. Ketika itu, petugas Security Check Point (SCP) di Iantai 3 keberangkatan Bandara KNIA mencurigai gerak-gerik para tersangka. "Ya, ketiga tersangka itu bertubuh kecil, tapi memakai sepatu boat berukuran besar dan terlihat curiga oleh petugas Bandara," ujar Wisnu menjawab SIB melalui telepon genggam. Tersangka M Senin subuh yang pertama sekali diamankan petugas Bandara KNIA. Dari hasil pemeriksaan, petugas KNIA menemukan 8 paket serbuk putih seberat 653 gram diduga sabu yang disimpan tersangka di sepatunya. Kemudian menyusul dua tersangka lagi berinisial IU dan MN. Dari kedua tersangka, petugas juga menemukan 8 paket berisi serbuk putih seberat 836 gram diduga sabu di sepatu IU, dan 8 paket berisi serbuk putih seberat 540 gram diduga sabu di sepatu yang dipakai MN. Safety Manager PT Angkasa Pura II KNIA Kuswadi ketika ditanyai SIB melalui telepon membenarkan penangkapan tiga calon penumpang Garuda karena kedapatan membawa 2 Kg lebih diduga sabu. Ketiga tersangka menurut Wisnu Budi Setianto mengaku sebagai "kurir". Masing-masing tersangka mengaku mendapat upah Rp5 juta. Usai diperiksa petugas di kantor Security Building (Sebul) KNIA ketiga tersangka diserahkan ke Polres Deliserdang. (

07 Mar 2017

MEDAN - Tiga orang warga Aceh, ditangkap petugas keamanan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (6/3/2017) sekira pukul 05.20 WIB.

07 Mar 2017

JAKARTA, RadarPena.com - PT Angkasa Pura (AP) II meresmikan pengoperasian Command Center Apron Movement Control (AMC), yang merupakan ruang pusat pemantauan aktifitas di apron Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebagai unit yang bertanggung jawab atas kelancaran pergerakan pesawat serta lalu lintas kendaraan dan orang di sisi udara, unit AMC akan mempergunakan Command Center ini untuk memaksimalkan kinerja, sehingga berdampak pada efesiensi dan efektifitas operasional bandara maupun maskapai. "Istilah Command Center digunakan untuk merujuk bahwa ruang tersebut merupakan sentralisasi pengendalian dan operasional bagi para personil AMC. Hal ini berbeda dengan yang ada di Terminal 1 dan 2, di mana ruang AMC di masing-masing terminal itu di bagi menjadi tiga," ujar President Director PT AP II Muhammad Awaluddin, Senin (6/3) Adapun fasilitas yang tersedia di Command Center AMC Terminal 3 di antaranya adalah peralatan teknologi informasi terkini guna lebih maksimal dalam mengatur pergerakan di apron. Di apron Terminal 3 saat ini juga sudah terpasang visual docking guidance system atau VDGS, yang merupakan alat berteknologi modern untuk memandu parkir pesawat, di mana alat ini juga terkoneksi dengan Command Center AMC. "Ruang yang tersentralisasi ini akan semakin memudahkan para personil AMC berkoordinasi untuk menjalankan tugasnya seperti memastikan keamanan di apron, mengatur serta memantau pergerakan pesawat, sehingga berdampak pada semakin kompetitifnya bandara," tutur dia. Dilengkapi dengan monitor yang dapat memantau seluruh sudut apron dan peralatan teknologi informasi yang mendukung pemantauan, Command Center AMC ini merupakan salah satu bentuk komitmen AP II dalam mewujudkan smart airport melalui digitalisasi di sisi udara. "Command Center AMC ini juga disiapkan untuk mendukung beroperasinya penerbangan internasional di Terminal 3 dalam waktu dekat. Terminal 3 sampai saat ini adalah terminal terluas yang ada di Indonesia, sehingga digitalisasi sebagaimana yang ada di Command Center AMC ini merupakan pilihan tepat dalam mendukung operasional," tandas Awaluddin.(chi/jpnn)

06 Mar 2017

Medan(Pelita Batak): PT Angkasa Pura II (Persero) tengah mengkaji peluang pembangunan cargo village di Bandara Kualanamu, setelah rampungnya pembangunan cargo village di Bandara Soekarno Hatta.

20 Feb 2017

Tercapai kesepakatan PT PLN dengan PT Angkasa pura II. Kerjasama untuk menjamin pasokan listrik ke Bandara Sultan Syarif Kasim atau SSK II Pekanbaru. Riauterkini-PEKANBARU-PT PLN melakukan penandatanganan mengenai Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan 2 pelanggan berkarier premium, yaitu PT Angkasa Pura dan PT Air Navigation Senin (20/2/17). Menurut Manager SDM dan Umum, PLN WRKR, Dwi Suryo Abdullah, penandatanganan dilakukan mengingat PT Angkasa Pura dan PT Air Navigation adalah perusahaan yang melayani publik. Sehingga membutuhkan pelayanan prima dari pasokan listrik. "Disebut sebagai pelanggan premium bertarif khusus, karena kebutuhan listrik 2 perusahaan tersebut dipasok dari 2 gardu induk. Gardu Induk Teluk Lembu dan Garuda Sakti. Sehingga dijamin tidak akan mengalami pemadaman listrik," terangnya. Jaminan tidak ada pemadaman listrik menurut Dwi adalah jika gardu induk yang satu terjadi kendala, maka lost daya bisa di gantikan oleh gardu induk lainnya.

20 Feb 2017

Jakarta (Kabarna.ID) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan porsi penumpang internasional untuk moda angkutan udara bertambah menjadi 30 persen pada 2019. Saat ini baru 23 persen dari 89 juta penumpang merupakan penumpang internasional.

20 Feb 2017

Jakarta, Kabarna.ID — PT Angkasa Pura (AP) II optimistis bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia akan terus meningkat sepanjang tahun ini.

17 Feb 2017

TEMPO.CO, Tangerang - PT Angkasa Pura II (Persero) membangun gardu listrik induk khusus di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pembangunan gardu induk bertegangan 150 KV dan berkapasitas 2 x 60 MVA untuk memastikan pasokan listrik ke bandara tetap terjaga. Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan gardu induk khusus bandara yang menelan nilai investasi sebesar Rp 223 miliar itu akan dilaksanakan oleh PT Waskita Karya Tbk." Ditargetkan tuntas pada 2018,"katanya,  Jum'at 17 Februari 2017. Baca Juga: Angkasa Pura II Siapkan Terminal Baru di 5 Bandara Ini Awaluddin mengatakan gardu induk ini akan meningkatkan kualitas sistem kelistrikan di Bandara Soekarno-Hatta sehingga pelayanan kepada maskapai serta penumpang tetap terjaga. Awaluddin menambahkan apabila gardu induk tersebut sudah beroperasi, maka aliran listrik dari gardu induk PLN akan dialirkan ke gardu induk kemudian diteruskan ke tiga power supply yang ada di bandara untuk mendukung kelistrikan di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3, serta kawasan perkantoran." Skema ini berbeda dengan yang ada saat ini, di mana pasokan listrik dari gardu induk PLN lalu dialirkan ke feeder Jakarta International Airport Cengkareng atau JIAC 1, 2, 3, dan 4, baru kemudian ke tiga power supply," ucapnya Menurut Awaluddin, PLN dan AP II telah menunjukkan sinergi yang baik dalam hal penyediaan pasokan listrik untuk kegiatan kebandarudaraan sejak bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1984. Sinergi ini ditingkatkan dalam hal penyediaan pasokan utama listrik ke gardu induk khusus di bandara, serta JIAC 1, 2, 3, dan 4 yang kemudian berperan sebagai back up. "Hal ini akan membuat sistem kelistrikan di bandara semakin handal.” Awaluddin menegaskan, pembangunan gardu induk khusus ini juga bertujuan untuk mendukung operasional Terminal 3, di mana ketika sudah beroperasi penuh dibutuhkan listrik hingga 30 MVA khusus untuk Terminal 3. Simak: Kasus Bumiputera Bisa Memicu Moral Hazard, Ini Kata Pengurus Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi mengatakan saat ini PLN telah memasok listrik sebesar 65 MVA untuk Bandara  Soekarno-Hatta. Pada 2021 diperkirakan kebutuhan meningkat mencapai 135 MVA seiring dengan operasional infrastruktur baru seperti skytrain, stasiun kereta bandara, integrated building, cargo village, runway ketiga, revitalitasi Terminal 1 dan 2, dan lain sebagainya.  Menurut Agus, , peningkatan pada sistem kelistrikan lainnya adalah masing-masing terminal di  Bandara Soekarno-Hatta akan dilengkapi main power station (MPS) untuk mempermudah pengaturan arus pendistribusian kelistrikan di terminal-terminal."Adapun saat ini baru terdapat satu MPS untuk mengatur pendistribusian listrik di seluruh kawasan bandara." Peningkatan kualitas sistem kelistrikan juga dilakukan melalui penerapan digitalisasi dengan mengimplementasikan sistem SCADA atau supervisory control and data acquisition.SCADA memungkinkan Angkasa Pura II membangun satu tempat khusus sebagai pusat informasi dan pemantauan seluruh sistem kelistrikan di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga dapat lebih cepat mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan serta menjalankan langkah kontingensi untuk menanggulangi gangguan. Melalui pembangunan gardu induk khusus, pembangunan main power station untuk masing-masing terminal, serta implementasi SCADA, maka AP II optimistis sistem kelistrikan semakin handal untuk mendukung operasional dan peningkatan pelayanan di Bandara  Soekarno-Hatta.

15 Feb 2017

infonusantara.co.id, Taput – Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan didampingi  Kepala Bappeda Indra Simare-mare,  Kadis Pariwisata Binhot Aritonang, Kadis Kominfo Polmudi Sagala,  Kadis Perhubungan  Erikson Siagian, Kadis Lindup dan Kehutanan Benhur Simamora,  Kabag Umum  Sasma Situmorang dan Kabag Humas Donna Situmeang menghadiri Rapat Pembahasan Persiapan Bandara Silangit  taraf Internasional bertempat di Kantor sementara BOKPDT Jl. RS Hadji Medan. Rapat tersebut dimulai pemaparan oleh Dirut Badan Pelaksana BOKPDT Arie Setyo tentang kebutuhan dan peluang-peluang yang terbuka setelah Bandara bertaraf Internasional.  

14 Feb 2017

MAJALENGKA. Bandara International Jawa Barat (BIJB) menargetkan operasional Bandara Kertajati di Majalengka soft launcing pada Februari 2018. Hingga minggu pertama Februari 2017, pengerjaan pembangunan bandara ini sudah mencapai 30,09%.