Filosofi CSR

A. DASAR HUKUM PELAKSANAAN CSR PT. ANGKASA PURA II (PERSERO)

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (TJSL). TJSL tidak hanya mengenai kegiatan yang dilakukan perusahaan dimana perusahaan ikut serta dalam pembangunan ekonomi masyarakat setempat, tetapi juga terkait kewajiban perusahaan dalam melestarikan lingkungan.

Peraturan perundang-undangan yang diterbitkan oleh Pemerintah yang didalammnya mengatur CSR antara lain :

1.   Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

2.   Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.


B. CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) / TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN (TJSL)

DEFINISI CSR

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Tujuan diberlakukannya kewajiban CSR adalah untuk tetap menciptakan hubungan Perseroan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat

Angkasa Pura II secara proaktif membina budaya tanggung jawab lingkungan tidak saja terhadap pegawai tetapi juga meliputi masyarakat pada umumnya. Hal ini dilakukan dalam rangka mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan Perusahaan maupun kegiatan manusia pada umumnya, selain untuk mendukung program-program nasional yang terkait dengan lingkungan hidup.

A. Kebijakan

Komitmen Angkasa Pura II untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dituangkan dalam Peraturan Perusahaan Nomor 38 tentang Master Plan Eco Airport Angkasa Pura II yang akan dilaksanakan di seluruh bandar udara melalui berbagai program, baik di lingkungan internal maupun di lingkungan masyarakat. Dampak lingkungan yang timbul akibat operasional Perusahaan harus ditekan serendah mungkin demi tercapainya kelestarian lingkungan hidup.

Dalam mengelola dan mengembangkan bandar udara, komitmen Angkasa Pura II sebagai berikut:

  1. Mematuhi ketentuan dan peraturan tentang lingkungan hidup;
  2. Mengidentifikasi dan mengelola dampak penting lingkungan di bandar udara;
  3. Mengelola Lingkungan secara berkelanjutan;
  4. Melakukan pengukuran, pemantauan, pelaporan dan peningkatan kualitas
  5. Mengkomunikasikan komitmen terhadap pelestarian lingkungan kepada pegawai dan seluruh pemangku kepentingan.

B. Jenis Program

Kami berupaya untuk melakukan berbagai program terkait pelestarian lingkungan hidup dengan menjaga kualitas komponen lingkungan hidup sebagai berikut:

  1. Kualitas Udara
  2. Energi
  3. Kebisingan & Getaran
  4. Air
  5. Tanah
  6. Limbah
  7. Lingkungan Alamiah
  8. Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Kesehatan Masyarakat

Selain itu, komitmen Angkasa Pura II terkait program penghijauan dilakukan dengan penanaman pohon yang tersebar di beberapa lokasi

C. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Pada tahun 2012, Angkasa Pura II mengeluarkan biaya total sebesar Rp820.904.330,- untuk seluruh program tanggung jawab sosial terkait lingkungan hidup.

D. Sertifikasi di Bidang Lingkungan

Bandar udara yang berada di lingkungan Angkasa Pura II dilengkapi dengan Dokumen Lingkungan Hidup (Amdal) sebagai pedoman dalam mengelola lingkungan hidup terkait dengan pengembangan dan operasional bandar udara. Pemantauan hasil pengelolaan lingkungan di setiap bandar udara dilaporkan dalam bentuk laporan RKL/RPL kepada badan lingkungan hidup setempat, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Perhubungan.

A. Ketenagakerjaan

1. Kebijakan

Strategi pengelolaan SDM kami menekankan pada :

  1. Customer Centric Organization

    Membentuk organisasi yang berkinerja tinggi dan responsif dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan

  2. High Performing Culture

    Mengembangkan budaya organisasi berkinerja tinggi yang efisien dan dinamis dalam mewujudkan visi dan misi Angkasa Pura II

  3. Accountable and Reliable People

    Mengembangkan personil yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan dalam memberikan pelayanan kebandarudaraan yang berkualitas tinggi.

  4. Nourishing Policy (Meritocracy Policy)

    Menerapkan kebijakan pengelolaan SDM berdasarkan kinerja karyawan

  5. Global Standard

    Menerapkan standar kerja perusahaan dan pelayanan bandara kelas dunia untuk mencapai kinerja perusahaan/ bandara yang superior

  6. Excellent System

    Menerapkan Sistem manajemen SDM yang efektif dan efisien dalam mengelola dan mengoptimalkan kinerja SDM

Kami juga berupaya menekankan penerapan nilai-nilai Angkasa Pura II melalui implementasi Pedoman Perilaku Etika yang menjadi panduan pola perilaku bagi selurun Insan Angkasa Pura II.

Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang tentang Ketenagakerjaan menjadi acuan seluruh kebijakan ketenagakerjaan di Angkasa Pura II untuk memastikan kepatuhan terhadap Perundang-undangan yang berlaku dan meminimalkan terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia dalam hubungan kerja.

a. Pengelolaan Hubungan Pegawai dengan Manajemen

Hubungan antara pegawai dengan manajemen telah terbina dengan baik dengan adanya jaminan kebebasan berserikat. Angkasa Pura II memiliki Serikat Pekerja Angkasa Pura II (Sekarpura II) atau disingkat SEKARPURA yang beranggotakan sekitar 82% pegawai. SEKARPURA merupakan organisasi yang berhak mewakili pegawai dalam berhubungan dengan manajemen dan telah terlibat secara aktif dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) dengan manajemen. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.03.15/01/2012 dan 001/PKS.DPP-SP II/I/2012.

b. Rekrutmen SDM

Rekrutmen SDM Angkasa Pura II dilakukan melalui rekrutmen internal dan eksternal. Rekrutmen internal dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang telah dimiliki. Rekrutmen eksternal difokuskan pada perekrutan pegawai berpendidikan yang lebih tinggi dan pegawai dengan kompetensi yang belum dimiliki Angkasa Pura II.

c. Pengembangan Kompetensi

Penguatan kompetensi SDM dilakukan dengan pelatihan dan pendidikan yang bersifat perubahan kompetensi dan pengembangan kompetensi, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung terhadap strategi bisnis dan operasional. Pelatihan untuk perubahan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan kompetensi pegawai agar mampu menyikapi perubahan. Sementara itu, pelatihan untuk pengembangan kompetensi bertujuan untuk menyiapkan pegawai dengan kompetensi tertentu guna mendukung portofolio bisnis Angkasa Pura II.

Selain itu, Angkasa Pura II juga menyelenggarakan berbagai program peningkatan dan pelatihan kompetensi bagi pegawainya yang saat ini dikelola melalui Unit Pendidikan dan Pelatihan.

d. Remunerasi Pegawai

Angkasa Pura II berupaya memberikan paket remunerasi yang kompetitif bagi karyawan yang terdiri dari gaji dasar, insentif prestasi, berbagai tunjangan dan fasilitas

e. Pelayanan Kesehatan

Angkasa Pura II menyediakan layanan kesehatan yang dikelola secara swakelola oleh unit yang membidangi yaitu Pelayanan Administrasi dan Umum bagi karyawan beserta keluarga inti yang menjadi tanggungannya yang diharapkan berdampak pada perbaikan produktivitas Angkasa Pura II.

f. Program Pensiun

g. Penghargaan Pegawai

Secara rutin, Angkasa Pura II memberikan apresiasi kepada pegawai dan unit yang berprestasi dalam mendukung pencapaian target bisnis perusahaan. Pemberian penghargaan ini untuk memotivasi pegawai agar memberikan kontribusi yang lebih baik di periode mendatang.

h. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai

Tingkat perpindahan karyawan yang keluar dari perusahaan dengan berbagai sebab antara lain Pensiun Normal, Pensiun Sakit, Pensiun Meninggal Dunia, dan Pensiun Mengundurkan Diri/Atas Permintaan Sendiri.

i. Kesetaraan gender dan kesempatan kerja

Angkasa Pura II tidak memiliki kebijakan internal terkait ketenagakerjaan yang membedakan penerapannya berdasarkan gender. Seluruh peraturan yang berlaku diterapkan secara konsisten dan setara kepada seluruh pegawai tanpa membedakan gender. Demikian pula dengan kesempatan kerja yang ditawarkan berlaku bagi seluruh pegawai.

2. Jenis Program

Selama tahun 2012, Angkasa Pura II telah melaksanakan kegiatan di bidang ketenagakerjaan, antara lain:

  1. Perjanjian Kerja Bersama (“PKB”) telah disepakati dan disetujui oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Saat ini PKB yang berlaku adalah PKB Periode 2012-2013 dengan Nomor: KEP.33/PHIJSK-PKKAD/PKB/II/2012 tanggal 29 Februari 2012.
  2. Jumlah pegawai baru yang direkrut selama tahun 2012 adalah 472 orang.
  3. Pengembangan kompetensi pegawai. Selama tahun 2012, sebanyak 4.210 pegawai (manprogram) telah mengikuti pengembangan kompetensi baik di dalam maupun di luar negeri:
  4. Remunerasi yang diberikan kepada pegawai telah disesuaikan dengan indeks inflasi dan prestasi pegawai.
  5. Berbagai penghargaan telah dianugerahkan kepada pegawai berprestasi baik dari internal maupun dari pihak eksternal serta penghargaan yang diserahkan untuk unit-unit berprestasi, dengan rincian sebagai berikut:
    • Pegawai Terbaik
    • Penghargaan Jasa
      1. Berhasil mencegah atau menyelamatkan terjadinya musibah yang dapat menimbulkan kerugian sarana dan prasarana perusahaan
      2. Menunjukan suatu tindakan yang positif sehingga dapat menghindarkan kecelakaan/bahaya yang lebih besar yang mengakibatkan seseorang menjadi cacat, tewas atau hilang
      3. Melaksanakan tugas yang mengakibatkan dirinya cacat, tewas atau hilang
      4. Mempunyai jasa lain yang cukup menonjolkan yang secara umum dinilai layak diberikan penghargaan
  6. Tingkat perpindahan (turnover) pegawai selama tahun 2012 adalah sebanyak 339 orang.
  7. Selama tahun 2012, jumlah karyawan beserta keluarga inti yang menjadi peserta layanan kesehatan Angkasa Pura II mencapai 10.961 orang.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Berikut adalah dampak keuangan dari beberapa program ketenagakerjaan yang dimiliki Angkasa Pura II:

  1. Biaya yang dikeluarkan untuk program rekrutmen adalah sebesar Rp1.767.924.000,00
  2. Program pengembangan kompetensi: Pelatihan dan pendidikan selama tahun 2012, Angkasa Pura II mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.358.638,000,- dan terserap anggaran sebesar Rp27.714.985.354,- atau rata-rata sebesar Rp6.583.131,- per karyawan yang mengikuti program tersebut;
  3. Kontribusi Perusahaan untuk pelayanan kesehatan karyawan dan keluarga selama tahun 2012 adalah masing-masing sebesar Rp31,5 miliar untuk biaya pengobatan dan Rp13,5 miliar untuk biaya obatobatan.
  4. Biaya yang dikeluarkan untuk penyerahan penghargaan adalah sebesar Rp724.083.356,-.

B. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (“K3”)

1. Kebijakan

Sejak 10 Mei 2002 (SK Pedoman Pelaksanaan K3 Angkasa Pura II), pengelolaan K3 difokuskan untuk mencapai tingkat kecelakaan nihil atau zero accident. Program ini diselenggarakan berdasarkan peraturan ketenagakerjaan dan aturan K3 Dinas Tenaga Kerja setempat serta dievaluasi dan dinilai setiap tahun. Komitmen Angkasa Pura II untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja diwujudkan dalam kebijakan Perusahaan yang diatur dalam Keputusan Direksi No.KEP.088/KP.204/APII-2002.

2. Jenis Program

Berbagai kegiatan yang dilakukan terkait dengan program K3 selama tahun 2012 antara lain adalah dengan melakukan pelatihan terkait dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Pelatihan yang dilakukan meliputi P2K3 dan SMK3.

3. Dampak Keuangan dari Kegiatan

Biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan yang berhubungan dengan K3 pada tahun 2012 adalah sebesar Rp191.285.079,-

A. Kebijakan

Sebagai wujud tanggung jawab penerapan GCG kepada pelanggan dan masyarakat dan sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan yang terbaik, nyaman, produk berkualitas dan harga yang bersaing, kami terus menjaga komunikasi dengan para pelanggan. Kami menyadari komunikasi yang lancar dan proaktif berperan penting bagi kelangsungan bisnis Angkasa Pura II di samping memastikan kualitas yang sesuai dengan standar.

B. Jenis Program

Secara umum terdapat 5 (lima) kelompok Pelanggan bandara terdiri dari 5 kelompok yaitu penumpang pesawat udara, air crew, station manager, operator kargo, dan konsesioner. Beberapa cara telah kami lakukan dan terus kami sempurnakan di tahun 2012, terkait dengan hubungan kepada konsumen sebagai berikut:

  1. Penyediaan fasilitas informasi bagi para penumpang di setiap terminal bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura II;
  2. Pembuatan forum bersama Kargo yang dilaksanakan pada 31 Oktober–2 November 2012 di Bali. Forum ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting dari segi proses bisnis di lapangan, kinerja keuangan dan produksi, struktur organisasi Unit Bisnis Kargo, implementasi SOP kargo, sarana dan prasarana, serta permasalahan yang ada pada Unit Bisnis Kargo di masing-masing Kantor cabang Angkasa Pura II;
  3. Pelaksanaan gathering bersama dengan perusahaan maskapai untuk mempererat hubungan Angkasa Pura II dengan perusahaan maskapai;
  4. Pelaksanaan coffee morning dengan para operator sebagai media pertukaran informasi dan penyampaian keluhan sebagai bahan evaluasi;
  5. Pembentukan Forum ATC dan Pilot untuk mempererat komunikasi petugas ATC dengan pilot.

C. Biaya yang dikeluarkan

Pada tahun 2012, Angkasa Pura II mengeluarkan biaya total sebesar Rp250.000.000,- untuk seluruh program terkait tanggung jawab sosial terhadap konsumen.